Minggu, 01 April 2018

Sinopsis Tae Guk Gi (2)

Hai guyss.. ketemu lagi dengan aku nabilla di blog ini hehehe... di blog sebelumnya aku udah membahas sinopsis Tae guk gi tapi belum selesai yaa.. dan yan belum baca silahkan baca blog aku yaa guyss.. langsung aja deh, pasti kalian udah penasaran nih ya..

Lanjutan sinopsis Tae Guk Gi:

Pasukan mereka dapat kembali pulang untuk bertemu dengan keluarga mereka. Jin Tae dan Jin Seok berpisah. Jin Seok mencari ibunya di rumah. Young Shin keluar dari rumah mereka, dan menyambut Jin Seok. Ia menanyakan keberadaan Jin Tae. Namun Jin Seok menenangkannya bahwa Jin Tae baik-baik saja. Tak berapa lama kemudian, sebuah mobil datang dan memaksa membawa Young Shin untuk ikut. Jin Seok berusaha menahannya namun alih-alih malah Jin Seok dibawa pergi juga.

Ternyata mereka adalah pasukan khusus yang ditugaskan untuk menyaring para komunis di Seoul. Young Shin dituduh sebagai anggota komunis karena beberapa kali mengikuti rapat umum yang ternyata itu adalah rekayasa komunis. Young Shin memang mengikuti pertemuan semacam itu untuk mendapatkan makanan, karena kehidupan yang sulit.

Ketika Young Shin akan diadili, Jin Tae berhasil melihat itu dan menghalangi mereka. Ia bersikeras untuk membawa Young Shin pergi. Jin Seok pun berhasil meloloskan diri dari tahanan. Terjadi keributan diantara mereka. Jin Seok menodongkan senjata pada ketua mereka dan memaksa Jin Tae membawa Young Shin pergi. Namun seketika salah satu dari mereka memprovokasi Jin Tae dengan mengatakan Young Shin adalah wanita pelacur yang tidur dengan para komunis. Jin Tae mulai ragu dengan kesetiaan Young Shin.

Saat Jin Tae membawa lari Young Shin, sebuah peluru berhasil menembus tubuh Young Shin.
Jin Tae dan Jin Seok begitu terpukul dengan kematian Young Shin. Mereka berdua berhasil diringkus oleh pasukan dan di masukan dalam sebuah gudang bersama para pemberontak yang lainnya.

Jin Seok terus menyalahkan Jin Tae atas kematian Young Shin.
Mengingat bahwa Jin Tae telah memiliki pangkat, ia pun di minta menghadap komandan yang baru untuk melapor. Ia pun memohon agar adiknya di bebaskan. Namun komandannya ini malah melecehkan dan menghinanya. Komandan ini memerintahkan agar gudang itu dibakar.

Jin Tae begitu murka. Ia berlari kearah gudang yang sudah habis dilahap api. Ia  kemudian menemukan bolpoin milik Jin Seok yang pernah diberikan olehnya. Jin Tae melihat puing-puing dan mengira Jin Seok sudah mati.  Ia begitu marah dan mencari komandan itu kemudian memukulnya sampai mati.

Ternyata Jin Seok diselamatkan oleh salah seorang teman mereka di kamp tentara sewaktu mereka satu pasukan dulu. Ia pun di bawa ke rumah sakit.

Komandan pasukan mereka mencari Jin Seok dan mengatakan bahwa surat Jin Tae di kembalikan lagi ke markas. Jin Seok menerima surat itu dengan gampang. Terakhir kali bertemu kakaknya ia begitu marah, mereka berdua bertengkar hebat, dan kini mereka berpisah.

Komandan juga menceritakan bahwa Jin Tae kini telah berpaling menjadi komunis dan menjadi tentara korea utara. Jin Seok tidak perduli dengan hidup Jin Tae sekarang. Ia merasa kakaknya itu telah mengkhianati keluarganya dan juga Young Shin yang sangat mencintainya.

Jin Tae begitu frustasi kala mengetahui Jin Seok adiknya sudah mati, terlebih ia kehilangan Young Shin. Ia pun merasa bahwa lebih baik ia menjadi komunis. Karena toh sama saja. Tidak ada yang membelanya bahkan negaranya sendiri telah membuat keluarganya tercerai-berai.

Jin Seok tidak bisa tidur, dan kemudian ia membaca surat yang di kembalikan dari markas mereka. Dalam surat itu, Jin tae mencurahkan segenap perasaannya. Rasa rindunya pada ibunya, pada Young Shin, dan janjinya bahwa ia akan selalu melindungi adiknya Jin Seok, agar ibunya tidak usah khawatir.

Jin Seok begitu terharu dan tersentuh, ia teringat kembali saat-saat ia dan kakaknya menjalani hari-hari bersama. mereka saling melengkapi dan bahagia.

Jin Seok pun berubah pikiran dan berangkat menuju tempat peperangan dimana diperkirakan disana Jin Tae berada. Ia pun berusaha mencari Jin Tae bahkan ia menyerahkan dirinya pada musuh agar bisa bertemu Jin Tae.

Saat keduanya bertemu, Jin tae sudah benar-benar kehilangan akalnya. Ia tak mengenali Jin Seok, dan menganggap bahwa Jin seok musuhnya. Sampai akhirnya mereka saling memukul. Jin Seok berusaha menyadarkan Jin Tae bahwa ia masih hidup. Jin Tae tersadar dan menunjukkan bolpoin milik Jin Seok.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Baru Sadar

 Hai semuaaa,  Apa kabar? semoga bahagia yaaa...  Baru sadar deh tulisan blog blog ku sebelumnya gak jelas banget, ngakak abiezz xixixi :)) ...